Katakan "IYA BOLEH" untuk eksplorasi si Kecil bersama Dancow


Dari kecil Abidin , begitu panggilan sayang kami untuk si Bungsu ini memang sangat aktif. Dari mulai bangun pagi sampai waktunya tidur malam dia aktif bergerak seperti tidak punya rasa lelah. Sebagai ibu tentu saja saya ada kekhawatiran terutama masalah asupan gizinya. Apalagi dia termasuk anak yang sangat susah makan. Untuk mengimbangi gizinya tentu saja susu menjadi alternatif saya. Dan yang menjadi pilihan saya yaitu Dancow fortigrow



Susu Dancow Fortigro merupakan salah satu varian Dancow yang memiliki banyak konsumen. Fortigro bisa diminum oleh anak-anak hingga dewasa. Susu ini memiliki beberapa rasa, seperti original, coklat dan strawberry. Abidin sangat suka dengan Dancow fortigrow rasa cokelat. Dalam satu hari dia bisa minum 4 gelas susu .


Cokelat tidak hanya nikmat tetapi memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, seperti anti-oksidan yang membantu menangkal radial bebas di dalam tubuh, memiliki dampak positif pada mood seseorang, membantu menurunkan risiko penyakit jantung, dan beragam manfaat lainnya. Kandungan nutrisi dalam Dancow FortiGro, seperti zinc, bermanfaat bagi kekebalan tubuh, kesehatan mata, dan kesehatan tulang dan otot. Zat besi membantu peredaran oksigen dalam tubuh. Kalsiumnya baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta proteinnya membantu pembentukan sel-sel otot sehingga tubuh dapat tumbuh sehat dan kuat.

Jadi, Bunda tidak perlu khawatir lagi dengan kebutuhan gizi Si Kecil karena Dancow FortiGro memiliki nutrisi lengkap yang dibutuhkan anak. Bersama Dancow FortiGro, Let’s Grow!



Ketika sudah lepas dari susu balita , maka memang seharusnya para ibu memberikan varian fortigro untuk anaknya. Manfaat susu dancow fortigro sangatlah melimpah, seperti yang sudah terangkum di bawah ini.



Manfaat Susu Dancow Fortigro antara lain:
Ada Vitamin A
Terdapat Vitamin B1
Terdapat Vitamin B2
Terdapat Vitamin B3
Sumber Kolin
Mencegah Gizi Buruk dan Kegagalan Pertumbuhan
Membuat Anak Lincah dan Cerdas

Memang khasiat susu dancow fortigro di atas sudah sepatutnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Produk susu fortigro ini bisa menjadi media untuk perbaikan gizi nasional, mengingat anak-anak Indonesia masih banyak yang kekurangan minum susu. Selain itu, bagi orang dewasa, susu ini pun baik untuk sumber kalsium, protein, mineral dan vitamin.


Berikut sharing Dr. Mira Irmawati,  Sp.A (K)  pada acara Sabtu inspirasi bersama Dancow yang diselenggarakan di gedung Nurul Hayat Surabaya.

Pengalaman bereksplorasi adalah pengalaman hidup. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keterampilan bantu diri si Kecil dan membuatnya mandiri.

Apalagi, di usia 1 tahun anak sebenarnya bukan bayi lagi. Di usia ini, anak akan tertarik dengan dunia sekelilingnya, terutama jika hal itu merupakan sesuatu yang baru atau berbeda. Ia mulai ingin menjadi bagian dari apa pun yang Bunda lakukan. Tidak heran jika ia butuh bereksplorasi, mulai senang meniru, dan berkeras ingin mencoba melakukan banyak hal sendiri.

Jean Piaget (1936), bapak psikologi perkembangan anak, mengatakan perkembangan bernalar (kognitif) anak usia 1 tahun ditandai dengan masa eksplorasi aktif. Bagi Bunda, tentu saja hal ini mendatangkan rasa sukacita sekaligus cemas mengingat cara berjalan si Kecil belum mantap dan masih limbung. Sementara, tangannya ingin menggapai apa saja.

Rasa ingin tahu yang tinggi pada anak usia 12-18 bulan, menurut Piaget, menjadikan si Kecil bagaikan  seorang peneliti ulung. Ia giat melakukan percobaan-percobaan atas benda, juga memecahkan masalah sederhana dari benda-benda yang ada di sekitarnya. Jika sebelumnya anak hanya tahu memegang sendok untuk mengambil makanan, maka kini dia mulai membuat percobaan kecil dengan sendok itu, misalnya, melempar sendok ke lantai, lalu melihat bagaimana sendok itu melayang dan menggelincir saat mendarat di lantai.

BAGIAN DARI PERKEMBANGAN SI KECIL

Bereksplorasi adalah proses ketika anak mencoba memahami hal-hal baru di sekelilingnya dengan cara bermain, melakukan investigasi (coba-coba), bertanya, membentuk dan menguji sesuatu yang baru, serta mewujudkan ide-ide dalam pikirannya. Dalam bereksplorasi anak menggunakan semua kemampuan yang melibatkan aktivitas indrawi (sensori), berpikir (kognitif), dan menggerakkan tubuh (motorik) untuk mengetahui dan memahami yang mereka lihat, raba, dan alami dari lingkungan sekitarnya.

“Anak-anak mendapatkan informasi atau pengetahuan dari aktivitasnya ini, sehingga kemudian membentuk keterampilan baru termasuk keterampilan berpikir,” tutur dr. Mira Irmawati SpA(K), Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial di RS. PHC Surabaya

Sebagian besar eksplorasi anak adalah melalui proses bermain dan pengalaman lainnya yang memungkinkan anak menjadi kreatif, berani mengambil resiko, dan menciptakan sebuah “penemuan”. Seiring pengalaman yang mereka dapatkan, anak-anak belajar untuk melakukan eksplorasi yang lebih kaya sehingga keterampilannya menjadi lebih baik lagi. Oleh karenanya eksplorasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam proses perkembangan seorang anak.



Komentar

Postingan Populer